Penyakit Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Share Button

Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi (hipertensi) atau disebut darah tinggi saja merupakan kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah di arteri. Jika tekanan darah meningkat, maka jantung harus memompa lebih kuat. Akibatnya, kerja jantung menjadi lebih berat. Hal ini tentu tidak baik untuk jantung.

Seseorang dapat terkena hipertensi dan masih merasa dirinya baik-baik saja. Hal ini karena seringkali hipertensi tidak menimbulkan gejala atau rasa sakit pada bagian tubuh tertentu. Namun, hipertensi dapat menimbulkan masalah besar bagi kesehatan. Tekanan darah tinggi tidak dikendalikan dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan dapat menimbulkan penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, gangguan pada mata, dan masalah kesehatan lainnya.

Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan sesak napas saat berolahraga atau melakukan aktivitas ringan.

Bagaimana cara mengetahui tekanan darah normal atau tidak?
Nilai tekanan darah normal adalah kurang dari 120/80. Di sini ada dua nilai, sebelah kiri adalah nilai tekanan darah sistolik (tekanan darah saat jantung memompa darah), sedangkan sebelah kanan merupakan nilai tekanan darah sistolik (saat jantung mengisi darah untuk dipompa). Namun, tekanan darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan hipotensi. Seseorang dikatakan hipertensi jika tekanan darahnya 140/90 atau lebih.

Faktor Risiko
Selain makanan dan gaya hidup, ada faktor risiko terkena hiportensi yang tak bisa dihindari, diantaranya seperti berikut ini.

Usia
Semakin tua usia seseorang, semakin tinggi risiko terkena hipertensi.

Gender
Sebelum usia 55 tahun, pria lebih berisiko terkena hipertensi ketimbang wanita.

Riwayat keluarga
Tekanan darah tinggi dapat menurun dari orang tua ke anak.

Cara Mencegah Tekanan Darah Tinggi
Hipertesi merupakan hal yang umum dialami orang usia tua. Seiring berjalannya usia, kinerja jantung pun mengalami perubahan. Namun, tekanan darah tinggi dapat dicegah. Melakukan gaya hidup sehat dapat mencegah tekanan darah tinggi, diantaranya seperti berikut ini.,

Menjaga berat badan
Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko terkena hipertensi. Untuk itu, menjaga berat badan agar tetap ideal adalah penting.

Makan makanan sehat
Mengonsumsi makanan sehat seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan biji-bijain (misal: nasi, gandum), dan produk susu rendah lemak dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Berolahraga setiap hari
Melakukan olahraga ringan dapat menurunkan risiko terkena hipertensi.

Mengurangi konsumsi garam
Berlebihan dalam mengonsumsi garam tidak baik untuk tekanan darah. Untuk itu, dianjurkan untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak garam.

Tidur yang berkualitas
Mendapatkan tidur yang berkualitas dapat membantu menurunkan tekanan darah. Kualitas tidur yang buruk tentu tidak baik untuk kesehatan. Bagi yang mengorok dan ada gangguan bernapas saat tidur, ini mungkin gejala gangguan tidur yang disebut sleep apnea. Jika terjadi kondisi seperti ini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Hindari alk*h*l
Meminum alk*h*l dapat berpengaruh terhadap tekanan darah.

Hindari mer*k*k
Ada berbagai masalah kesehatan yang bisa timbul pada orang dengan kebiasaan mer*k*k, tak terkecuali hipertensi.

Demikian informasi tentang penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Dilihat : 231 kali

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *