Negara Yang Konsumsi Dagingnya Tinggi, Penduduknya Banyak Yang Obesitas

Share Button
Daging merah
Daging merah

Daging merah sebenarnya merupakan salah satu asupan penting, yaitu sebagai sumber protein. Tapi jangan sampai berlebihan juga, karea segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
Nah, terkait konsumsi daging, setiap negara tidak sama. Menurut data mutakhir dari Food and Agriculture Organization (FAO) yaitu di tahun 2009, Bangladesh dilaporkan sebagai negara dengan tingkat konsumsi daging terendah di dunia, 4 kg perorang pertahunnya.
Sedangkan AS berada di posisi pertama sebagai negara dengan tingkat konsumsi daging merah tertinggi di dunia, yakni 120,2 kg/orang/tahun atau 30 kali lipat dari konsumsi orang Bangladesh, disusul oleh Kuwait.
Menariknya, fakta ini juga menunjukkan bahwa beberapa bangsa yang gemar makan daging juga tergolong sebagai negara dengan tingkat obesitas penduduk yang tertinggi di dunia, di mana AS berada di peringkat ke-12 dan Kuwait di peringkat ke-9.
Begitu juga dengan Australia di urutan ke-26 (rangking 3 pada konsumsi daging) dan Bahama di urutan ke-10 (rangking 4 pada konsumsi daging).
Indonesia sendiri masuk 20 besar negara dengan konsumsi daging terendah, yaitu di urutan ke-18 dengan jumlah konsumsi daging rata-rata 11,6 kg/orang/tahun. Demikian seperti dilaporkan Telegraph.
Berikut 10 besar negara dengan konsumsi daging terendah:

  1. Bangladesh 4 kg/orang/tahun
  2. India 4,4 kg/orang/tahun
  3. Burundi 5,2 kg/orang/tahun
  4. Srilanka 6,3 kg/orang/tahun
  5. Rwanda 6,5 kg/orang/tahun
  6. Sierra Leone 7,3 kg/orang/tahun
  7. Eritrea 7,7 kg/orang/tahun
  8. Mozambik 7,8 kg/orang/tahun
  9. Gambia 8,1 kg/orang/tahun
  10. Malawi 8,3 kg/orang/tahun

Sedangkan yang menduduki 10 besar negara dengan tingkat konsumsi daging tertinggi:

  1. AS 120 kg/orang/tahun
  2. Kuwait 119,2 kg/orang/tahun
  3. Australia 111,5 kg/orang/tahun
  4. Bahama 109,5 kg/orang/tahun
  5. Luksemburg 107,9 kg/orang/tahun
  6. Selandia Baru 106,4 kg/orang/tahun
  7. Austria 102 kg/orang/tahun
  8. French Polynesia 101,9 kg/orang/tahun
  9. Bermuda 101,7 kg/orang/tahun
  10. Argentina 98,3 kg/orang/tahun

Terdapat perbedaan mencolok yang bisa dilihat dalam kedua daftar ini. Pada daftar konsumsi tertinggi, rata-rata didominasi oleh negara-negara di Eropa dan Amerika, sedangkan di daftar satunya, didominasi kawasan Asia dan Afrika. Tidak diketahui dengan pasti apakah karena kebanyakan dari penduduk mereka benar-benar vegetarian atau semata karena miskin dan kurang gizi sehingga kurang mendapatkan asupan daging.

Daftar ini sendiri dianggap belum lengkap sebab ada beberapa negara yang tidak mempunyai data pasti terkait konsumsi daging tahunan mereka.

Beberapa waktu lalu WHO mengumumkan dugaan adanya keterkaitan antara konsumsi daging merah dengan kanker. Lagipula menurut pakar saluran cerna dari RS Cipto Mangunkusumo, Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, FINASIM, FACP, MMB, segala jenis daging merah seperti daging kambing maupun sapi banyak mengandung lemak hewani, yang tak lain adalah lemak jenuh.

Lemak jenuh diketahui mengandung LDL atau lemak jahat yang tinggi dan bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah sehingga bisa memicu peningkatan kadar lemak juga kolesterol jika dikonsumsi berlebihan.

“Jadi tetap daging tetap penting karena mengandung protein tinggi yang penting jangan dikonsumsi berlebihan. Dan jangan lupa imbangi banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan. Sayur dan buah-buahan akan mengurangi serapan kolesterol di usus halus,”

Sumber: detikHealth

Dilihat : 336 kali

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *