Mengenal Batuk : Gejala, Jenis, Obat, Dan Pencegahannya

Share Button

jenis batuk

Siapa yang tidak pernah mengalami batuk? Penyakit ini seolah-olah tak pernah absen setiap tahunya. Tapi, tahukah anda apa batuk itu sebenarnya? Penyakit Batuk merupakan proses tubuh di mana keluarnya dahak yang berasal dari saluran pernapasan serta berasal dari paru paru.

Selain itu, timbulnya batuk juga disebabkan oleh iritasi pada saluran nafas yang bereaksi terhadap beberapa faktor dari luar. Gejala batuk tidak hanya terdiri dari satu gejala, melainkan beberapa.

Batuk Produktif (Berdahak)

Batuk produktif (batuk berdahak) adalah keadaan di mana adanya dahak atau keluarnya dahak saat batuk. Keluarnya dahak ini dapat berasal dari hidung, maupun dari kerongkongan yang berasal dari paru-paru. Penekanan pada batuk berdahak sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena fungsi sebenarnya adalah membebaskan kerongkongan dari dahak tersebut agar tidak menghalangi saluran pernapasan  beberapa kondisi di bawah ini adalah kondisi yang dapat menyebabkan batuk berdahak :

Infeksi virus

Ketika terkena common cold biasanya batuk akat ikut menyertai karena infeksi virus yag tersebar. Sistem imun yang lemah juga mempermudah virus masuk. Batuk tersebut biasanya berasal dari dahak yang berada di dalam tenggorokan.

Infeksi bakteri

Penyebab batuk selanjutnya adalah terinfeksinya saluran persapasan dan juga paru-paru. Terdapatnya dahak ketika batuk juga bisa dikatakan sebagai pertanda penyakit pneumonia, bronchitis, sinusits ataupun TBC.

Penyakit paru yang telah lama

Penyakit paru yang telah menahun atau COPD (Chronic obstructive pulmonary disease) dapat ditandai dengan batuk yag berdahak.

GERD

GERD biasanya terjadi saat kita tidur. GERD akan menimbulkan batuk ketika asam lambung perlahan naik ke tenggorokan.

Flu atau Pilek

Banyak yang mengira bahwa batuk yang menyebabkan flu. Akan tetapi, flu atau pilek lah yang menyebabkan batuk. Cairan yang terdapat pada hidung akan turun ke kerongkongan dan akhirnya memicu batuk.

Merokok

Kebiasaan merokok juga faktor terpicunya batuk. Ketika asap rokok masuk ke dalam tubuh, saluran pernapasan pun akan memicu keluarnya lendir dan akhirnya menyebabkan batuk.

Batuk non-produktif (tidak berdahak)

Berbeda dengan batuk produktif, batuk non produktif tidak mengeluarkan dahak dan lebih bersifat kering yang maka dari itu sering dikenal dengan batuk kering. Batuk jenis ini biasanya terjadi ketika gejala flu akan berakhir. Debu dan asap rokok yang masuk ke dalam tubuh juga menjadi penyebab umum munculnya batuk kering ini. Terdapat beberapa penyebab lain yang memberikan reaksi akan munculnya batuk non produktif ini :

Infeksi virus

Sama halnya dengan batuk produktif, batuk kering juga disebabkan oleh infeksi virus yang masuk ke dalam tubuh. Akan tetapi, batuk kering ini biasanya muncul ketika commond cold sudah berakhir dan durasinya hingga mencapai waktu seminggu bahkan lebih. Batuk ini akan bertambah parah saat malam hari.

Bronchospasme

Iritasi spasme atau penyempitan saluran bronchus (bronchospasme) juga dapat menjadi penyebab bertambah parahnya batuk terutama di malam hari yang biasanya sering terjadi secara tiba-tiba, dan sering terjadi pada anak-anak.

Alergi

Alergi terhadap debu,asap rokok hingga polusi udara juga menjadi penyebab timbulnya batuk.  Kondisi ini akan lebih parah jika batuk kering diikuti dengan flu atau bersin-bersin.

Obat-obatan

Siapa bilang bahwa hanya kotoran saja yang dapat menyebabkan batuk. Obat-obatan seperti obat darah tinggi, contohnya ACE inhibitor, juga dapat  memicu  penyakit batuk non produktif ini.

Asma

Karena sama-sama bersumber dari saluran pernapasan, tidak heran jika batuk akan memiliki dampak yang cukup besar sebagai pemicu penyakit asma.

Saluran pernapasan terblokir

Terblokirnya saluran pernapasan oleh benda asing dapat menyebabkan batuk juga. Pengonsumsian makanan dan pil-pil yang tidak sesuai aturan akan menimbulkan batuk kering.

Infeksi virus merupakan penyebab umum yang dapat memicuk batuk, baik yang produktif (berdahak) maupun yang non produktif (tidak berdahak). Obat yang tepat untuk menanganinya bukanlah antibiotika, seperti yang kebanyakan orang percaya. Efek samping seperti mual, muntah, diare, ruam dan infeksi jamur dapat terjadi jika mengkonsumsi antibiotika dalam jumlah, cara, waktu serta takaran yang tidak akurat. Bakteri baikpun terancam hilang dengan mengkonsumsi antibiotika.

Batuk hanyalah gejala penyakit, dan perlu dikontrol dengan pengontrolan kesehatan secara rutin agar dapat mengetahui penyebabnya.

Pemulihan batuk

Perlu diingat bahwa batuk berbeda dengan flu. Batuk memang gejala yang terkadang tidak terlalu memerlukan obat karena batuk biasanya akan hilang seiring berjalanya waktu, tapi tak jarang batuk yang sangat bandel enggan untuk beranjak. Di bawah ini terdapat beberapa cara pemilihan batuk secara alami.

Pemulihan batuk untuk orang dewasa

Jangan biarkan kerongkongan anda kering. Dengan air, dahak akan cepat lumer dan keluar dari kerongkongan.

Campurkan madu dengan air hangat, teh ataupun jus jeruk. Hal ini cukup terbukti ampuh.

Batuk kering juga dapat diatasi dengan cara meninggikan posisi kepala saat tidur.

Jagan merokok di sekitar orang yang batuk. Mengapa? Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa orang batuk sangan sensitive terhadap debu maupun asap rokok.

Jika tengah berada di kawaran yang rawan polusi, usahakan menutup hidung dengan menggunakan masker, syal atau sapu tangan.

Jika batuk terjadi akibat masalah lambung, segera meminum obat lambung.

Memilih Obat Batuk Yang Tepat

Terdapat banyak obat batuk di luar sana dengan varian yang berbeda. Tapi, lebih baik mengkonsumsi obat batuk yang memiliki satu fungsi saja, bukan yang dapat menyembuhkan banyak penyakit, karena pastilah tidak akan maksimal. obat batuk pun memiliki 2 jenis yaitu ekspektoran dan anti tusif.

Ekspektoran dapat digunakan untuk batuk berdahak. Apalagi khasiatnya yang dapat mengencerkan dahak dan membantu agar dahak tersebut cepat keluarekspektoran ini diminum jika hanya terdapat dahak yang sulit untuk keluar. Setelah itu, perbanyak juga meminum air putih. Beberapa jenis ekspektoran adalah Ambroxol, Bromhexin dan Guafenasin. Merek yang terkenal seperti Venos, dan juga Equate.

Sedangkan Anti tusif berfungsi untuk menekan batuk kering yang sangat mengganggu. Penggunaan anti tusif bukanlah secara rutin. Jangan menggunakanya untuk menekan batuk yang berdahak berdahak.

Seperti yang tertera di paragraph awal, bahwa batuk berfungsi dalam pengeluaran dahak yag selama ini  menghalangi saluran pernapasan serta menghindari munculnya infeksi bakteri. Obat batuk pun juga diperlukan untuk penderita asma agar saluran pernapasanya lebih lega. Dextromethrophan (DXM) merupakan salah satu contoh anti tusif

Pemulihan batuk untuk anak anak

Pertama, tenangkan anak anda terlebih dahulu. Jika terus menangis, proses pernapasan pun akan menjadi lebih sulit. Bermain bisa menjadi alternator (pengalih) agar perhatian mereka teralih.

Hidupkan humidifier agar udara menjadi lembab. Lalu, biarkan anak anda merasakannya.

Selanjutnya adalah, menghasilkan uap dengan menggunakan air hagat di kamar mandi. Buatlah agar ruangan tertutup agar anak dapat menghirup uap hangat tersebut. Jangan biarkan anak sendirian pada saat seperti ini.

Cara lain adalah dengan mengajak anak menghirup udara malam dengan berjalan-jalan sebentar.

Minum obat batuk sesuai umur dan perintah dokter.

Jika bukan karena resep dari dokter, jangan pernah coba untuk memberikan anak antibiotika.

Jika terjadi hal-hal berikut, segeralah ke dokter :

–       Sulit bernafas, nyeri dada dan demam tinggi.

–       Batuk yang mengeluarkan darah.

–       Selama 2 minggu batuk tidak kunjung sembuh (jika lebih lama, bisa jadi Anda mengalami batuk kronis / batuk menahun)

–       Bertambah parahnya batuk.

Pencegahan batuk

Beberapa kiat di bawah ini dapat membantu anda dalam pencegahan batuk :

–       Jaga kebersihan dengan mencuci tangan, apalagi di musim penyakit.

–       Jangan terlalu berdekatan dengan orang yang sedang mengalami flu, karena virus gampang menyebar.

–       Tidak merokok.

–       Hindari asap rokok serta menghisap rokok, debu, serta berbagai macam polusi yainya yang terdapat di tempat yang tidak bersih.

–       Menghindari dehidrasi dengan meminum cukup air.

–       Bagi anak-anak, pastikan telah mendapatkan imunisasi agar terhindar dari virus tersebut.

Dilihat : 368 kali
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *